Jakarta – Pengamat politik Rocky Gerung menilai Indonesia harus tampil dengan sikap tegas berdasarkan semangat anti-kolonialisme dan anti-imperialisme dalam menyikapi konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran yang kian memanas di Timur Tengah.
Hal itu disampaikan Rocky dalam kanal YouTube pribadinya, Minggu, 1 Maret 2026.
Menurutnya, Iran sebagai negara berdaulat dengan akar ideologi dan sejarah yang kuat akan melakukan perlawanan sengit terhadap invasi yang dinilainya bergaya kolonialisme dan imperialisme, sesuatu yang ia sebut luput dari perhitungan Presiden AS Donald Trump.
“Negara yang secara ideologi dan secara historis punya kedaulatan, dia akan berupaya untuk mengambil risiko demi kedaulatan dan harga diri. Itu yang mungkin tidak dihitung oleh Donald Trump,” ujar Rocky.
Rocky menyebut Indonesia dan Iran memiliki kesamaan historis sebagai bangsa yang pernah dijajah, sehingga Indonesia memiliki posisi moral yang kuat untuk terlibat dalam proses perdamaian di Timur Tengah.
“Indonesia punya naluri yang sama, anti-imperialisme, anti-kolonialisme. Jadi sebetulnya bagian ini yang bisa dimainkan oleh Indonesia,” katanya.
Namun ia menilai posisi Indonesia mulai diragukan sejak bergabung dalam Board of Peace (BoP) bentukan Trump, yang dianggap mengaburkan komitmen Indonesia terhadap amanat Pembukaan UUD 1945 soal penghapusan penjajahan.
Rocky menegaskan Indonesia harus secara eksplisit mendukung kemerdekaan Palestina agar tidak terkesan ragu dalam menentukan sikap atas pendudukan Israel.
“Justru di situ terbaca oleh pemain-pemain di Timur Tengah bahwa Indonesia itu ragu-ragu untuk menentukan sikap soal pendudukan Israel di Palestina,” pungkasnya.


