Batam lagi-lagi jadi sorotan dunia. Bukan karena wisatanya, tapi karena jadi tempat pembuangan sampah elektronik dari Amerika Serikat. Awalnya cuma 18 kontainer yang ketahuan, tapi sekarang? Udah tembus 367 kontainer berisi limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun)! Dan ternyata, totalnya bisa nyentuh 600 kontainer. 😱
Menurut Kepala Bea Cukai Batam, Zaky Firmansyah, ada 233 kontainer lagi yang masih dalam perjalanan laut dari AS menuju Batam. “Jumlahnya bisa terus bertambah,” katanya, Rabu (5/11/2025).
Siapa di Balik Semua Ini?
Nah, bagian ini mulai panas. Dari hasil investigasi, disebut-sebut ada sosok “jenderal” di balik perusahaan yang impor limbah itu. Tapi, siapa jenderal tersebut masih misterius. Yang jelas, PT Esun Internasional Utama di Tanjunguncang jadi sorotan utama.
Bahkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sempat mau nyegel PT Esun, tapi tiba-tiba mundur karena “situasi lapangan tidak kondusif”. Warga sekitar juga bilang, truk-truk masih keluar masuk malam-malam.
Tiga Perusahaan yang Kena Sorot:
- PT Esun International Utama Indonesia – 144 kontainer
- PT Logam Internasional Jaya – 121 kontainer
- PT Batam Battery Recycle Industry – 102 kontainer
Total: 367 kontainer limbah elektronik asal AS.
Tapi belum ada satu pun yang dire-ekspor balik ke Amerika, padahal itu kewajiban mereka. 🤦♂️
Modus Licik: “Used Parts” Biar Kelihatan Legal
Barang-barang ini dikirim dari California (AS), transit dulu di Singapura, lalu masuk ke Batam dengan label “used computer parts” atau “recycle materials.”
Padahal isinya limbah elektronik — bekas komputer, baterai, dan logam berat yang bisa ngerusak lingkungan.
Setelah sampai di Batam, bagian bernilai dipilah, sisanya? Dibuang. Jadi bukan cuma ilegal, tapi juga bahaya banget buat ekosistem.
Data dan Fakta:
- PT Esun tercatat udah bikin lebih dari 14.000 transaksi internasional sejak 2018 (menurut data Volza.com).
- KLHK menegaskan, Esun punya izin dari BP Batam, tapi nggak punya izin untuk impor limbah B3.
- Basel Action Network (BAN) dan Nexus3 Foundation udah lama menandai Batam sebagai jalur utama e-waste global.
Dengan kata lain, Batam udah lama jadi “target” negara-negara maju buat buang limbahnya. 😤
Timeline Skandal Limbah Batam:
📅 23 Sep 2025 – KLHK umumkan dugaan impor limbah B3 oleh PT Esun
📅 27 Sep 2025 – Menteri LHK gagal segel fasilitas Esun
📅 6 Okt 2025 – Bea Cukai umumkan 18 kontainer akan dire-ekspor
📅 9 Okt 2025 – Penegahan resmi, barang dipastikan dari AS
📅 29 Okt 2025 – DPR mulai soroti kasus Esun
📅 5 Nov 2025 – Bea Cukai ungkap total 367 kontainer
📅 3 Nov 2025 – Komisi XII minta bentuk Panja Lingkungan Hidup
Belum Ada Tersangka, tapi DPR Mulai Gerak
Sampai sekarang, belum ada satu pun tersangka. Tapi DPR RI mendorong pembentukan Panja Lingkungan Hidup buat bongkar tuntas kasus ini.
Anggota DPR Mulyadi bilang tegas: “Kawasan perdagangan bebas bukan berarti bebas hukum!”
Catatan Akhir: Batam di Persimpangan
Kasus ini bikin Batam ada di titik krusial. Mau tetap dikenal sebagai kawasan industri hijau, atau berubah jadi “tempat sampah dunia”?
Pilihan ada di tangan pemerintah — dan juga kita semua yang peduli sama masa depan bumi.


