Momen Hari Pahlawan 10 November 2025 jadi sorotan besar. Presiden Prabowo Subianto resmi menetapkan Presiden ke-2 RI Soeharto sebagai Pahlawan Nasional, lewat upacara kenegaraan di Istana Negara, Jakarta.
Yang bikin heboh, foto Soeharto dipajang berdampingan dengan Gus Dur dan aktivis buruh Marsinah — dua sosok yang dikenal punya nilai perjuangan dan pandangan hidup yang sangat berbeda.
Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 116/TK/2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Dalam dokumen itu, Soeharto disebut sebagai Pahlawan Bidang Perjuangan.
“Almarhum Jenderal Besar TNI H. M. Soeharto dari Jawa Tengah. Pahlawan bidang perjuangan. Beliau menonjol sejak masa kemerdekaan, memimpin pelucutan senjata Jepang di Yogyakarta tahun 1945,” bunyi surat keputusan yang dibacakan Sekretaris Militer.
Soeharto lahir di Kemusuk, Yogyakarta, 8 Juni 1921. Ia mulai berkarier militer di masa pendudukan Jepang dan ikut membentuk TKR (cikal bakal TNI). Namanya mulai dikenal setelah memimpin Serangan Umum 1 Maret 1949.
Kariernya terus naik sampai akhirnya menjabat Presiden RI ke-2 selama 32 tahun (1967–1998). Di masa pemerintahannya, Indonesia mengalami kemajuan ekonomi besar-besaran, tapi juga dibayangi isu otoritarianisme, pelanggaran HAM, dan korupsi.
Penetapan Soeharto sebagai pahlawan nasional jelas memicu berbagai reaksi — ada yang melihatnya sebagai bentuk penghargaan atas jasa militernya, tapi tak sedikit juga yang mempertanyakan keputusan itu karena sisi kelam masa Orde Baru.
Selain Soeharto, ada 9 tokoh lain yang juga dikukuhkan sebagai Pahlawan Nasional tahun ini:
- K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) – Politik & Pendidikan Islam
- Marsinah – Sosial & Kemanusiaan
- Prof. Mochtar Kusumaatmadja – Hukum & Politik
- Hajjah Rahmah El Yunusiyyah – Pendidikan Islam
- Jenderal (Purn) Sarwo Edhie Wibowo – Perjuangan Bersenjata
- Sultan Muhammad Salahuddin – Pendidikan & Diplomasi
- Syaikhona Muhammad Kholil – Pendidikan Islam
- Tuan Rondahaim Saragih – Perjuangan Bersenjata
- Zainal Abidin Syah – Politik & Diplomasi
Dengan deretan nama ini, Hari Pahlawan 2025 terasa seperti “temu generasi” lintas zaman — dari pemimpin, pejuang, sampai aktivis buruh.
Buat kamu renungkan nih, momen ini bukan cuma tentang sejarah, tapi juga refleksi: apa arti “pahlawan” di masa kini, dan siapa yang pantas menyandangnya?


