Jakarta – Pengamat politik Tony Rosyid menilai posisi politik mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) semakin melemah setelah satu tahun tidak lagi menjabat sebagai kepala negara. Penilaian tersebut disampaikan Tony melalui keterangan tertulis, Kamis (21/11/2025).
Menurut Tony, dinamika politik nasional kini berpusat pada Presiden Prabowo Subianto, sementara peran politik Jokowi disebut semakin berkurang. Ia menilai bahwa pergantian pusat perhatian publik merupakan hal yang wajar dalam setiap transisi kekuasaan.
“Indonesia tidak lagi berada di tangan Jokowi. Nasib Indonesia ada di panggung Prabowo Subianto,” ujar Tony.
Tony juga memprediksi bahwa berbagai pertukaran gagasan, kritik, dan kontestasi politik akan lebih banyak terjadi pada masa pemerintahan Prabowo. Ia menyebut panggung politik Jokowi akan semakin sepi, sementara panggung Prabowo akan semakin ramai.
Lebih lanjut, Tony menilai bahwa penilaian publik terhadap pemerintahan Prabowo dalam beberapa tahun ke depan akan menentukan apakah popularitasnya menguat atau justru melemah.
“Apakah Prabowo akan tampil seperti Susilo Bambang Yudhoyono yang dirindukan jelang periode kedua, atau seperti Megawati dan Jokowi yang menghadapi tantangan besar pada masa pemilihan berikutnya,” kata Tony.


