Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam Iran dengan konsekuensi serius jika tidak segera membuka kembali Selat Hormuz. Trump menetapkan batas waktu hingga hari Selasa untuk Iran membuka jalur pelayaran strategis tersebut.
“Bukalah Selat itu… atau kalian akan hidup dalam neraka,” kata Trump dalam pernyataannya di media sosial, dikutip dari Reuters, Senin (6/4/2026).
Trump mengisyaratkan kemungkinan serangan terhadap infrastruktur penting Iran, termasuk sektor energi dan transportasi, jika batas waktu tersebut tidak dipenuhi. Pernyataan ini disampaikan setelah AS berhasil menyelamatkan seorang pilot militer yang sebelumnya ditembak jatuh di wilayah Iran.
Di sisi lain, Trump juga menyebut dalam wawancara terpisah bahwa Iran tengah membuka jalur negosiasi dan peluang kesepakatan masih mungkin tercapai dalam waktu dekat. Pernyataan yang saling bertolak belakang ini membuat sekutu maupun pelaku pasar global sulit membaca arah kebijakan AS.
Iran merespons dengan mengecam ancaman tersebut dan menilai Trump telah dipengaruhi kepentingan Israel. Teheran menegaskan tekanan militer tidak akan membuat mereka mundur dan justru berisiko memperluas konflik di kawasan.
Ketegangan ini muncul di tengah dampak penutupan Selat Hormuz yang telah memicu lonjakan harga minyak dunia dan kekhawatiran akan krisis energi global.


