Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat punya pesan penting buat generasi muda dan perempuan Indonesia: kalian bukan cuma penerus bangsa, tapi juga inisiator pembangunan!
Dalam Seminar Nasional bertema “Generasi Muda dan Perempuan: Pilar Kebangsaan di Tengah Dinamika Demokrasi” yang digelar Kohati HMI Jateng-DIY di Semarang (15/10/2025), wanita yang karib disapa Mbak Rerie ini mengingatkan bahwa pemuda dan perempuan adalah dua kekuatan sosial besar. Kalau bersinergi, bisa jaga moral kebangsaan sekaligus jadi motor perubahan.
“Oktober itu momen bersejarah — ada Sumpah Pemuda dan Kongres Perempuan 1928. Dua gerakan ini bikin perubahan besar menuju kemerdekaan,” kata Rerie dalam keterangan tertulis.
Menurutnya, UUD 1945 menjamin kesetaraan semua warga negara, termasuk hak dan kewajiban untuk aktif berperan dalam pembangunan. Jadi, generasi muda dan perempuan jangan cuma jadi penonton — harus turun langsung ambil peran.
Mbak Rerie juga menyoroti tantangan zaman sekarang: disinformasi, pragmatisme, rasa cuek, dan kesenjangan sosial. Tantangan ini cuma bisa dilawan dengan upgrade kapasitas — baik intelektual maupun skill di berbagai bidang.
“Empat pilar kebangsaan — Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika — harus jadi pegangan hidup,” tegasnya.
Sebagai anggota Komisi X DPR RI dan Majelis Tinggi Partai NasDem, Mbak Rerie percaya anak muda, khususnya kader Kohati, punya potensi besar untuk menggerakkan masyarakat dan membangun bangsa.


