Batam – Wali Kota Batam Amsakar Achmad meminta para pengusaha besar di Batam untuk terbuka dalam memberikan data pada pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026.
Amsakar menekankan pentingnya ketersediaan data yang akurat dan terpadu sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah. Ia juga menyoroti masih adanya ketidaksinkronan data antarinstansi.
“Perencanaan tanpa data yang akurat ibarat berjalan tanpa arah. Ini yang harus kita benahi bersama,” ujar Amsakar saat menerima jajaran Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam terkait persiapan SE 2026 di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (9/4/2026).
Kepala BPS Kota Batam Eko Aprianto menjelaskan, SE 2026 akan dilaksanakan mulai Mei hingga Agustus 2026 dan menyasar seluruh pelaku usaha, mulai dari UMKM hingga perusahaan besar. Pelaksanaan diawali dengan pengisian kuesioner secara daring, dilanjutkan survei lapangan berbasis digital.
Eko mengakui bahwa menjangkau perusahaan-perusahaan besar menjadi tantangan utama. Karena itu, ia mengharapkan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Batam dan BP Batam agar pelaku usaha mau berpartisipasi aktif.
Amsakar menambahkan, Batam saat ini ditopang empat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), 31 kawasan industri, dan sekitar 110 galangan kapal. Pertumbuhan ekonomi Batam secara konsisten berada 1,5 hingga 2 persen di atas rata-rata nasional.
Pemerintah Kota Batam menargetkan pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen pada 2026. Data hasil SE 2026 diharapkan menjadi dasar kebijakan untuk memperkuat sektor industri pengolahan dan memperlancar distribusi barang di Batam.


