Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf menegaskan agar utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh dan pembiayaan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dalam pernyataannya, Muzzammil menyebut sejak awal PKS sudah memberikan kritik konstruktif terhadap proyek kereta cepat yang dianggap terlalu ambisius dan berisiko tinggi bagi keuangan negara.
“Sejak program kereta cepat digulirkan, PKS sudah mengingatkan agar dana APBN tidak digunakan untuk pelunasan utang. APBN seharusnya difokuskan pada hal-hal yang prioritas,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (3/11/2025).
Muzzammil menilai, pemerintah harus lebih berpihak pada rakyat dengan memprioritaskan sektor-sektor penting seperti kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat, bukan pada proyek besar yang belum tentu berdampak langsung pada publik.
“Pelunasan utang Whoosh jangan sampai pakai uang rakyat. Pemerintah sebaiknya fokus pada sektor yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” tambahnya.
Selain KCJB, PKS juga menyoroti proyek pembangunan IKN yang disebut penuh masalah sejak awal. Muzzammil mengingatkan agar pemerintah tidak memaksakan proyek yang bisa menimbulkan utang besar dan kerusakan lingkungan.
“IKN bukan sekadar memindahkan tiang bendera. Jangan sampai generasi mendatang menanggung beban utang dan kerusakan lingkungan karena perencanaan yang asal-asalan,” tegasnya.
Ia menilai, pemerataan pembangunan tidak harus lewat pemindahan ibu kota, melainkan dengan memperkuat pertumbuhan ekonomi di kota-kota kecil dan menengah di seluruh Indonesia.
“Pemerataan sejati itu bukan membangun satu kota baru di tengah hutan, tapi memastikan semua daerah bisa tumbuh bersama,” tutupnya.
So, isu ini penting buat kita, karena bicara soal masa depan keuangan negara dan keberlanjutan lingkungan — dua hal yang akan langsung memengaruhi kehidupan generasi muda di masa depan.


