Publik lagi heboh soal rumah pensiun mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang kabarnya bernilai fantastis — sampai Rp200 miliar. Rumah mewah itu berlokasi di Desa Blulukan, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah.
Peneliti media dan politik Buni Yani ikut buka suara lewat akun Facebook pribadinya, Senin (3/11/2025). Ia menilai, Jokowi tidak pantas mendapatkan rumah yang pembangunannya bersumber dari anggaran negara.
“Jokowi nggak pantas memperoleh rumah yang pembangunannya berasal dari uang negara. Dia sudah merusak negara secara sadis,” tulis Buni Yani.
Buni juga menyoroti nilai rumah tersebut yang dianggap terlalu tinggi. Dengan luas lahan sekitar 1,2 hektare (12.000 meter persegi) dan harga tanah di kawasan itu bisa tembus Rp10 juta per meter, nilai tanahnya saja sudah sekitar Rp120 miliar. Jika ditambah biaya pembangunan dan isi rumah, totalnya bisa mencapai Rp200 miliar.
Ia pun mendesak KPK dan BPK untuk mengaudit proyek rumah pensiun Jokowi, karena diduga berpotensi terjadi penyimpangan dana.
“KPK dan BPK harus segera turun tangan, proyek ini rawan dikotori korupsi,” tegas Buni Yani.
Berita ini jadi topik panas di media sosial, terutama di kalangan anak muda yang menyoroti transparansi dan keadilan dalam penggunaan dana publik untuk mantan pejabat negara.


