Batam lagi-lagi bikin bangga! Sampai kuartal ketiga tahun 2025, realisasi investasi di kota ini udah tembus Rp54,7 triliun, alias 91 persen dari target tahunan Rp60 triliun. Tapi yang bikin menarik, bukan investor asing (PMA) yang paling dominan, justru investor lokal alias PMDN yang kini jadi bintang utama!
Data dari BP Batam nunjukin kalau investasi dalam negeri di Batam naik gila-gilaan. Di level provinsi, Kepulauan Riau (yang didominasi Batam) mencatat PMDN sebesar Rp3,69 triliun, naik hampir 80 persen dibanding tahun lalu. Sementara itu, investasi asing (PMA) mencapai US$595,65 juta.
Ketua BP Batam Amsakar Achmad bilang, naiknya investasi lokal ini bukan sinyal buruk sama sekali.
“Tren investasi yang masuk tetap positif buat ekonomi dan lapangan kerja. Penurunan PMA bukan masalah,” ujarnya santai.
Amsakar juga menegaskan, makin banyaknya investor lokal berarti pelaku usaha nasional makin pede untuk tanam modal di Batam. Walau begitu, fasilitas yang disiapkan BP Batam tetap terbuka lebar buat investor asing.
“Kalau PMDN kuat, kenapa enggak? Keduanya saling melengkapi kok,” tambahnya.
Menjawab isu kalau turunnya PMA gara-gara penutupan kantor cabang BP Batam di luar negeri, Amsakar langsung bantah.
“Promosi sekarang udah nggak harus lewat kantor fisik. Kita bisa pakai teknologi digital dan jejaring internasional,” tegasnya.
Ke depan, BP Batam siap gaspol promosi investasi digital, perkuat kerja sama global, dan jaga iklim usaha biar makin ramah buat semua investor — lokal maupun mancanegara.
Dengan realisasi investasi yang udah hampir nyentuh target sebelum akhir tahun, BP Batam optimis bisa tembus lebih dari Rp60 triliun di 2025.
Batam makin dilirik, dan investor lokal makin berani unjuk gigi!


