Batam – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) meluncurkan aplikasi Manajemen Talenta Batam (MANTAB) pada Senin (8/12/2025) untuk mengatasi kesenjangan antara investasi tinggi dan tingkat pengangguran di Batam.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad menyatakan aplikasi ini merupakan platform matchmaking yang dirancang mencocokkan kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan. “Rekrutmennya benar-benar melihat tenaga kerja yang berkompetensi dan memiliki skill,” ujarnya saat peluncuran di Batam.
Aplikasi MANTAB memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) dan Kecerdasan Artifisial (AI) untuk memetakan kompetensi pencari kerja dan mencocokkannya secara otomatis dengan kebutuhan spesifik perusahaan di Batam.
Hingga September 2025, Batam telah menarik investasi sebesar Rp54,7 triliun. Namun tingkat pengangguran masih berada di 7,68 persen atau sekitar 50 ribu orang.
Amsakar menjelaskan investasi tinggi tidak otomatis menjamin seluruh peluang kerja terserap jika kompetensi tidak sesuai. “Investasi tinggi tidak otomatis menjamin seluruh peluang kerja terserap jika kompetensi tidak sesuai,” katanya.
Deputi Investasi BP Batam Fary Djemy Francis menyatakan kondisi ini merupakan paradoks di Batam. “Investasi besar, ekonomi tumbuh, tetapi tenaga kerja belum sepenuhnya menjawab tantangan,” ujarnya.
Batam memiliki 1.900 perusahaan aktif di sektor manufaktur, logistik, dan teknologi, serta puluhan kawasan industri dan galangan kapal.
BP Batam merencanakan program sertifikasi berstandar nasional dan internasional bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas SDM. Program ini bertujuan memastikan tenaga kerja lokal memiliki kompetensi yang diakui secara global.
“Ini bagian dari upaya kita bersama mewujudkan peningkatan serapan tenaga kerja yang lebih efektif dan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Batam,” kata Fary.


