Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa menteri yang turun ke lokasi bencana sering menghadapi kritik dari berbagai pihak, baik saat hadir maupun tidak hadir di lokasi kejadian.
Dalam pidatonya di Aceh pada Jumat (2/12/2025), Prabowo menjelaskan bahwa kehadiran pejabat di lokasi bencana bertujuan untuk mengetahui kondisi lapangan secara langsung.
“Menteri tidak datang dibilang tidak peduli, menteri datang ya masa menteri ikut macul, bukan itu. Pejabat datang pemimpin datang melihat apa kekurangan, apa masalah, apa yang bisa kita bantu, mana yang kita bisa percepat,” ujar Prabowo.
Presiden menambahkan, kunjungan ke lokasi bencana memungkinkan pemerintah pusat memahami kebutuhan konkret melalui pertemuan langsung dengan kepala daerah seperti gubernur, sehingga dapat mengambil keputusan berdasarkan kondisi riil di lapangan.
Prabowo juga mengingatkan para menteri, kepala badan, dan gubernur bahwa menjadi pemimpin berarti harus siap menghadapi kritik, hujatan, bahkan fitnah.
“Salah satu kewajiban seorang pemimpin adalah siap untuk dihujat, siap untuk difitnah, tapi tidak boleh kita terpengaruh dan tidak boleh kita patah semangat,” tegasnya.
Presiden menegaskan bahwa pemerintahannya bekerja berdasarkan bukti nyata di lapangan, bukan sekadar pencitraan. “Saya percaya dengan bukti, evidence based itu cara bekerja saya. Rakyat Indonesia hanya percaya dengan bukti,” katanya.


