Jakarta – Ketua Umum Gerakan Muda (Gema) Nasional, Eko Saputra, mengkritik pernyataan Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia yang menyebut setiap Muslim wajib menyembelih seekor kambing pada Iduladha. Pernyataan itu dinilai berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Tidak semua Muslim wajib menyembelih kambing atau hewan kurban pada Hari Raya Iduladha. Kewajiban tersebut tidak berlaku secara umum kepada seluruh umat Islam,” tegas Eko dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Sabtu malam (30/5/2026).
Eko menegaskan bahwa dalam ajaran Islam, ibadah kurban merupakan sunnah muakkadah — sunnah yang sangat dianjurkan — bagi umat Islam yang mampu secara ekonomi, bukan kewajiban bagi seluruh Muslim.
Gema Nasional juga mengingatkan bahwa narasi yang mewajibkan seluruh Muslim berkurban dapat menimbulkan tekanan psikologis dan beban sosial bagi masyarakat yang belum mampu secara ekonomi.
“Kurban adalah ibadah yang mengandung nilai keikhlasan, kepedulian sosial, dan kemampuan. Jangan sampai substansi ibadah ini bergeser akibat pernyataan yang kurang tepat dan tidak sesuai dengan kaidah fikih yang berlaku,” ujar Eko.
Pihaknya meminta Bahlil menyampaikan klarifikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman yang lebih luas di masyarakat.
Pernyataan Bahlil dimuat dalam opini berjudul “Idul Adha, Keteladanan, dan Pengorbanan Elite” di Harian Kompas, Selasa (26/5/2026). Dalam tulisannya, Bahlil menyamakan kewajiban kurban dengan zakat fitrah pada Idul Fitri.
“Jika pada Idul Fitri setiap satu orang Muslim diwajibkan membayar zakat fitrah… dalam Idul Adha setiap satu Muslim diwajibkan menyembelih satu ekor kambing atau setiap tujuh Muslim seekor sapi/unta,” tulis Bahlil dalam opininya, dikutip Sabtu (30/5/2026).


