Batam – Proyek New Batam Center senilai USD500 juta belum dapat dimulai pada Januari 2026 karena terkendala perizinan.
CEO PT Gemilang Kharisma Fifi Hariani mengatakan, pengerjaan fisik belum bisa dimulai karena kelengkapan berkas masih dalam proses di pemerintahan.
“Sedang dalam proses, perizinan dan lain-lainnya. Tergantung izin-izinnya baru kita mulai. Masih belum bisa kita sampaikan ke publik kapan, ditunggu saja ya,” kata Fifi, Selasa (27/1/2026).
Deputi Bidang Infrastruktur Mouris mengaku belum mendapat detail terbaru mengenai progres proyek. “Nanti saya cek ya. Karena banyak sekali investor dan saya tidak hafal nama-nama PT-nya,” ujarnya.
Proyek ini merupakan kerja sama PT Gemilang Kharisma dengan Belt and Road EPC LP Fund yang diresmikan melalui penandatanganan MoU pada 4 Agustus 2025 di Hotel Santika, Batam Centre.
Proyek meliputi reklamasi Batam Centre untuk membangun kota mandiri dan kawasan baru dengan investasi awal USD500 juta. Pengembangan mencakup sektor terpadu seperti energi, pengolahan limbah, dan penyediaan air bersih.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad mendukung investasi ini dan menyebut PP No. 25 dan No. 28 Tahun 2025 seharusnya mempercepat proses karena kewenangan sudah didelegasikan ke daerah.
Namun, Amsakar mengingatkan agar rencana pengembangan tidak beririsan dengan rencana pemerintah. “Jika ada benturan, kita harus sinergikan agar tidak ada pihak yang dirugikan,” katanya.


