Jakarta – Presiden Prabowo Subianto akan menyampaikan amanat dalam Puncak Peringatan Harlah ke-100 Masehi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Istora Senayan, Jakarta pada Sabtu (31/1/2026).
“Bapak Presiden Prabowo Subianto juga kami undang untuk memberikan amanat pada Harlah 100 tahun NU,” kata Ketua PBNU Rumadi Ahmad, Kamis (29/1/2026).
Rumadi menjelaskan, rangkaian acara dimulai pukul 06.00 WIB dengan pelaksanaan istighotsah kubra, mahallul qiyam, dan doa bersama. Puncak peringatan berupa Rapat Akbar berlangsung pukul 08.00-09.00 WIB.
“Disebut Rapat Akbar karena diikuti seluruh elemen NU, mulai dari mustasyar, syuriyah, a’wan, dan tanfidziyah PBNU, hingga pengurus PWNU, PCNU, lembaga, badan otonom, serta badan khusus,” jelasnya.
Setelah Rapat Akbar, agenda dilanjutkan dengan penggalangan donasi untuk membantu korban bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.
Kegiatan ini mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia”, sebagai refleksi perjalanan panjang NU dalam menjaga nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan.
Peringatan satu abad NU ini dimaknai sebagai selamatan 100 tahun Nahdlatul Ulama menurut kalender Masehi. Secara historis, NU didirikan pada 16 Rajab 1344 Hijriah, bertepatan dengan 31 Januari 1926.


