Jakarta — Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), M Kholid Syeirazi, memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman. Ia mengimbau masyarakat tidak panik dan tidak melakukan penimbunan menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
Kholid meluruskan anggapan keliru soal cadangan 20 hari yang kerap disalahartikan sebagai batas habisnya stok. Menurutnya, angka tersebut merupakan stok sirkuler yang terus diperbarui begitu pasokan keluar.
“Jadi saya mengimbau kepada masyarakat tidak perlu panik. Yang disebut sekitar 20 hari itu stok sirkuler, jadi keluar masuk. Begitu ada barang keluar, ada barang yang masuk,” ujar Kholid di Jakarta, Senin (9/3/2026).
Ia merinci, cadangan energi terbagi dalam tiga kategori: cadangan strategis, cadangan penyangga energi (CPE) yang diatur dalam Perpres Nomor 96 Tahun 2024, serta cadangan operasional yang dikelola badan usaha seperti Pertamina dengan durasi 20 hingga 23 hari. Menjelang Idul Fitri, stok Pertalite mencukupi hingga 28 hari, Pertamax 29 hari, dan Avtur dalam kondisi aman.
Senada dengan itu, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, menegaskan stok 20 hari bukan berarti BBM akan habis dalam 20 hari ke depan. Pertamina, kata dia, akan terus mendatangkan pasokan seiring penjualan berlangsung.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Ketika dijual, katakanlah hari ini dijual seribu, Pertamina akan mendatangkan juga seribu, bahkan lebih,” ujar Komaidi.
Komaidi menambahkan, cadangan operasional Indonesia lebih baik dibanding Vietnam yang hanya 15 hari dan Laos sekitar 10 hari. Ia juga meyakini distribusi BBM selama Ramadan dan Idul Fitri akan berjalan lancar berkat Satgas khusus yang dibentuk Pertamina.


