Jakarta — Harga minyak dunia melonjak tajam pada perdagangan awal Senin (9/3/2026) seiring meluasnya konflik militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent naik 18,35 dolar AS atau 19,8 persen menjadi 111,04 dolar AS per barel. Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) sempat melonjak 22,4 persen atau 20,34 dolar AS hingga menyentuh 111,24 dolar AS per barel sebelum sedikit terkoreksi. Dihitung sejak pekan lalu, Brent telah naik sekitar 27 persen, sedangkan WTI melonjak hingga 35,6 persen.
Kenaikan harga dipicu oleh serangkaian perkembangan militer dan politik di kawasan Timur Tengah. Militer Israel menyatakan telah menyerang sejumlah komandan Iran di Beirut, Lebanon, pada Minggu dini hari, memperluas operasi militer yang dalam beberapa hari terakhir telah menewaskan hampir 400 orang.
Di sisi lain, Iran mengumumkan penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi baru menggantikan ayahnya, Ali Khamenei. Pergantian kepemimpinan itu dinilai menandakan kelompok garis keras masih memegang kendali di Iran. Militer Israel kemudian mengancam akan menargetkan siapa pun yang menggantikan Khamenei, sementara Presiden AS Donald Trump menyatakan perang baru bisa berakhir jika kekuatan militer dan kepemimpinan Iran dihancurkan.
Para analis memperingatkan dampak konflik ini dapat mendorong harga bahan bakar lebih mahal selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, bahkan jika perang berakhir cepat, mengingat kerusakan fasilitas energi, gangguan logistik, dan risiko keamanan pengiriman masih tinggi.
Arab Saudi dilaporkan meningkatkan pengiriman minyak melalui Laut Merah, namun volume tambahan tersebut dinilai masih jauh dari cukup untuk menggantikan pasokan yang terganggu akibat krisis di Selat Hormuz.


