Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam melantik tiga deputi baru sebagai bagian dari penataan struktur organisasi berdasarkan Peraturan Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam Nomor 1 Tahun 2026. Pelantikan dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Tiga deputi yang dilantik adalah Syarlin Joyo sebagai Deputi Bidang Pengelolaan Kawasan, Fary Djemy Francis sebagai Deputi Bidang Investasi, dan Denny Tondano sebagai Deputi Bidang Pengusahaan.
Perubahan mendasar dalam struktur baru ini adalah penempatan fungsi pengelolaan arus barang industri di bawah Kedeputian Investasi, yang sebelumnya belum terintegrasi langsung dengan divisi tersebut.
Deputi Bidang Investasi Fary Djemy Francis menjelaskan integrasi fungsi logistik dan investasi bertujuan memberikan kepastian eksekusi bagi investor di lapangan.
“Investor membutuhkan kepastian eksekusi. Karena itu, kelancaran lalu lintas barang harus menjadi prioritas agar bahan baku dan komponen industri dapat bergerak cepat dan efisien,” ujar Fary, Minggu, 15 Maret 2026.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad menyatakan penataan ini penting di tengah dinamika geopolitik saat ini. Batam juga ditetapkan menjalankan peran baru sebagai Operator Investasi Pemerintah (OIP) dengan kewenangan merencanakan, mengeksekusi, dan mengawasi proyek strategis nasional.
“Batam harus tampil sebagai kawasan yang unggul dalam kepastian regulasi, kualitas layanan, kelancaran arus barang, serta kecepatan realisasi investasi,” kata Amsakar.
Kedeputian Pengelolaan Kawasan akan menangani tata ruang, pertanahan, dan pengawasan lingkungan hidup. Kedeputian Pengusahaan akan mengelola unit usaha strategis seperti bandara, pelabuhan, dan SPAM.


