Jakarta – Markas Besar TNI mengonfirmasi empat prajurit telah diamankan dan ditahan di Pomdam Jaya atas dugaan keterlibatan dalam penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Mayjen Yusri Nuryanto menyatakan pihaknya masih mendalami motif para pelaku. Pengumuman terkait peran masing-masing tersangka akan disampaikan setelah proses pendalaman selesai.
Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar di 24 persen area tubuhnya, meliputi mata, wajah, dada, dan tangan. Ia saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat.
KontraS merupakan organisasi hak asasi manusia yang selama ini aktif mengadvokasi kasus-kasus pelanggaran HAM, penghilangan paksa, dan kekerasan yang melibatkan aparat negara di Indonesia. Organisasi ini kerap menjadi sorotan karena sikap kritisnya terhadap institusi militer dan kepolisian.
Penyiraman air keras terhadap aktivis HAM bukan pertama kali terjadi di Indonesia. Kasus serupa sebelumnya menimpa sejumlah jurnalis dan pegiat HAM, dan kerap dikaitkan dengan upaya intimidasi terhadap kelompok kritis. Keterlibatan prajurit TNI dalam kasus ini memicu perhatian publik dan desakan agar proses hukum dilakukan secara transparan dan akuntabel.


