Jakarta – Harga minyak dunia kembali meningkat seiring memanasnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Minyak mentah Brent naik sekitar 0,5 persen ke level 110,34 dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) melonjak 1,1 persen menjadi 113,67 dolar AS per barel, dikutip dari Reuters, Selasa (7/4).
Kenaikan dipicu pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengancam akan menyerang infrastruktur sipil Iran jika negara itu tidak segera membuka kembali Selat Hormuz. Iran menolak tekanan tersebut dan menegaskan konflik harus diakhiri secara permanen, bukan sekadar dihentikan sementara melalui gencatan senjata.
Penutupan Selat Hormuz sejak akhir Februari telah mengganggu arus pasokan energi global, disertai aksi penghentian kapal tanker dan terbatasnya pergerakan kapal di jalur tersebut. Ketegangan juga meluas ke kawasan lain, dengan laporan serangan rudal di Arab Saudi dan Suriah, serta serangan drone di fasilitas minyak Rusia.
Permintaan minyak dari sumber alternatif meningkat tajam, mendorong harga minyak AS mencatat premi tertinggi karena negara-negara di Asia dan Eropa berlomba mencari pasokan pengganti. Meski OPEC+ telah sepakat meningkatkan produksi pada Mei, langkah itu dinilai belum cukup efektif karena sejumlah negara anggota masih terkendala jalur ekspor akibat konflik.
Analis pasar menilai faktor perkembangan politik saat ini memiliki pengaruh hampir sama besar dengan faktor fundamental dalam menentukan harga minyak.


