Jakarta — Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS, Amin Ak, mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam proses restrukturisasi utang dan rencana pengambilalihan pengelolaan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), operator kereta cepat Whoosh, agar tidak menambah beban fiskal negara.
Amin menyatakan, keterlibatan Kementerian Keuangan dalam penyelamatan KCIC harus disertai perbaikan fundamental dari sisi bisnis, operasional, dan proyeksi keuangan. Ia menegaskan negara tidak boleh sekadar mengambil alih risiko tanpa kepastian atas keberlanjutan dan profitabilitas proyek.
Ia juga mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh atas pembengkakan biaya proyek serta memastikan tingkat keterisian penumpang meningkat agar kereta cepat tidak terus bergantung pada subsidi negara.
Komisi XI DPR RI, kata Amin, akan mengawasi proses restrukturisasi KCIC secara ketat demi menjaga kehati-hatian fiskal dan memastikan proyek tetap memberi manfaat bagi masyarakat tanpa membebani APBN.


