Batam – Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Suryanto, mengapresiasi inisiatif Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra yang menempatkan pot bunga Bougenville di sejumlah ruas jalan protokol. Program itu disebut tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan bersumber dari dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Inisiatif Bu Wakil Wali Kota ini adalah terobosan untuk percepatan penghijauan agar jalan-jalan yang besar itu menjadi indah kembali,” ujar Suryanto, Selasa (27/4/2026).
Suryanto menilai aspek estetika kerap terlupakan di tengah masifnya pembangunan fisik di Batam. “Di tengah pembangunan Kota Batam yang luar biasa secara fisik, jalan di mana-mana sudah besar, mestinya harus ada ikutannya seperti pepohonan. Ternyata ini yang dirasa kurang sekarang,” katanya.
Ia juga mengapresiasi skema pembiayaan program tersebut. “Kita patut apresiasi, apalagi mendengar statement beliau bahwa program ini tidak menggunakan APBD. Ini bisa menjadi contoh yang baik ke depannya, bagaimana kita bisa memfungsikan program CSR perusahaan untuk hal-hal yang langsung menyentuh masyarakat luas,” tegasnya.
Meski demikian, Suryanto memberikan catatan soal keselamatan. Ia meminta dinas teknis terkait mengkaji penempatan pot bunga agar tidak membahayakan pengguna jalan. “Harus dipetakan mana area yang aman dan mana yang butuh space khusus. Intinya jangan sampai esensi keindahannya dapat, namun malah membahayakan,” ujarnya.
Suryanto menyebut bunga Bougenville cocok untuk iklim tropis Batam dan berharap penataan kota ke depan bisa menyamai estetika kota-kota besar seperti Surabaya dan Singapura.


