Jakarta – Nilai tukar Rupiah menembus level psikologis Rp18.000 per Dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis, 4 Juni 2026. Rupiah melemah 0,35 persen ke posisi Rp18.028 per Dolar AS, menjadi level terendah sepanjang sejarah mata uang Indonesia.
Pelemahan Rupiah terjadi bersamaan dengan koreksi tajam pasar saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pukul 09.30 WIB merosot 3,02 persen ke level 5.760,33.
Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera menyebut tekanan terhadap perekonomian nasional berasal dari berbagai faktor, baik domestik maupun global. “Tekanan terus datang. Peringkat turun, ada kasus MBG hingga geopolitik yang terus bergejolak justru menjadi push factor,” kata Mardani.
Politikus PKS itu menyatakan situasi ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan seluruh elemen bangsa. “Tak hanya pemerintah, tetapi kita semua harus bahu-membahu menjaga ekonomi Indonesia,” ujarnya.
Mardani juga menegaskan pemerintah harus tetap memprioritaskan kepentingan rakyat di tengah tekanan ekonomi yang terjadi. “Rakyat harus selalu dijaga hak dan kebutuhannya,” pungkasnya.


