Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menerima 10 usulan pemasangan kamera pengawas (CCTV) sepanjang 2026, seiring meningkatnya kasus pencurian dan kecelakaan di sejumlah kawasan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudy Panjaitan, mengatakan usulan tersebut datang dari masyarakat maupun wilayah yang dianggap rawan tindak kriminal dan kecelakaan.
“Ada 10 usulan yang masuk, termasuk di lokasi yang rawan kecelakaan dan pencurian,” ujar Rudy, Selasa (11/8/2026).
Ia menyebutkan, beberapa usulan berasal dari kawasan Nongsa dan Tanjung Piayu, Kecamatan Sungai Beduk. Dua wilayah tersebut dinilai membutuhkan tambahan pengawasan karena aktivitas masyarakat dan lalu lintas yang cukup tinggi.
Meski demikian, banyaknya usulan belum diikuti pemasangan kamera baru. Rudy menjelaskan, Pemko Batam belum mengalokasikan anggaran pengadaan CCTV tambahan pada 2026 dan lebih memilih memaksimalkan perangkat yang sudah tersedia, termasuk perawatan dan memastikan kamera tetap terhubung dengan sistem pemantauan.
Rudy mengatakan penambahan CCTV baru direncanakan masuk dalam program 2027, dengan target pemasangan di delapan lokasi fasilitas publik, terutama pada ruas jalan yang dinilai membutuhkan pengawasan.
“Kita rencanakan secara bertahap sesuai dengan kemampuan anggaran,” katanya.
Ia memperkirakan kebutuhan anggaran untuk satu titik CCTV lengkap berada di kisaran Rp10 juta hingga Rp15 juta, tergantung perangkat dan kebutuhan infrastruktur pendukung di lokasi. Karena itu, usulan pemasangan tidak bisa seluruhnya direalisasikan sekaligus, dan pemerintah perlu menentukan lokasi prioritas berdasarkan tingkat kerawanan, kondisi lalu lintas, serta kemampuan anggaran daerah.
Saat ini, Pemko Batam memiliki 48 unit CCTV yang tersebar di 24 lokasi prioritas. Kamera-kamera tersebut dipantau selama 24 jam melalui ruang kontrol Diskominfo di Kantor Wali Kota Batam, tempat petugas dapat memantau kondisi lalu lintas dan aktivitas di sejumlah ruang publik.
Keberadaan CCTV diharapkan membantu petugas saat terjadi kecelakaan, tindak kriminal, maupun keadaan darurat, karena rekaman kamera dapat menjadi bahan pemantauan sekaligus membantu proses penanganan apabila terjadi suatu kejadian.
Rencana penambahan delapan lokasi CCTV pada 2027 menjadi salah satu upaya Pemko Batam memperluas jangkauan pengawasan, meski realisasinya tetap bergantung pada kemampuan keuangan daerah.


