Washington — Amerika Serikat mengerahkan sekitar 5.000 Marinir dan pelaut tambahan ke kawasan Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan militer dengan Iran. Pentagon menyetujui permintaan pengerahan itu setelah diajukan oleh United States Central Command, dan mendapat persetujuan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth.
Mengutip laporan The Wall Street Journal, pasukan tambahan tersebut akan bergabung dengan Unit Ekspedisi Marinir ke-31 yang ditempatkan di kapal serbu amfibi USS Tripoli — kapal yang biasanya berbasis di Jepang dan dirancang untuk mendukung operasi dari laut ke daratan, termasuk pendaratan pasukan dalam skala besar.
Hingga kini, Pentagon maupun Gedung Putih belum mengonfirmasi apakah pengerahan itu merupakan bagian dari persiapan invasi darat ke Iran. Dengan tambahan ini, total pasukan AS yang ditempatkan di berbagai negara di Timur Tengah diperkirakan mencapai sekitar 50.000 personel.
Hegseth: Kemampuan Militer Iran Runtuh
Hegseth menyatakan operasi militer AS dan sekutunya terus melemahkan kekuatan Iran. “Dengan setiap jam yang berlalu, kita tahu — dan mereka juga tahu — bahwa kemampuan militer rezim mereka sedang runtuh. Mereka hampir tidak bisa berkomunikasi, apalagi berkoordinasi,” ujarnya.
Presiden Donald Trump sendiri belum memberikan kepastian soal kemungkinan invasi darat ke Iran. Pemerintahannya menegaskan bahwa operasi yang sedang berjalan menunjukkan kemajuan bagi pihak Amerika.
Pesawat Tanker AS Jatuh di Irak, 13 Tentara Tewas
Di tengah eskalasi tersebut, Komando Pusat AS mengonfirmasi jatuhnya pesawat tanker Boeing KC-135 Stratotanker di Irak bagian barat. Seluruh awak dilaporkan tewas. Militer AS menyatakan insiden itu bukan akibat serangan musuh maupun tembakan dari pihak sendiri, dan penyebabnya masih dalam penyelidikan. Kejadian ini menambah jumlah korban tewas dari pihak militer Amerika dalam konflik tersebut menjadi 13 orang.
Iran Serang Infrastruktur Minyak, Ledakan Terjadi di Teheran
Iran dilaporkan melancarkan serangan terhadap sejumlah infrastruktur minyak di kawasan Teluk, menargetkan fasilitas energi di Bahrain, Oman, Dubai, dan Turki. Serangan itu memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan minyak global.
Di dalam negeri, sebuah ledakan besar dilaporkan terjadi di Teheran saat peringatan Quds Day — acara tahunan yang biasa digelar sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina dan penolakan terhadap Israel.
Di tengah eskalasi yang terus berlangsung, Trump dalam beberapa jam terakhir lebih banyak membahas isu domestik di media sosialnya, termasuk renovasi pusat seni Trump-Kennedy Centre, dan hanya sedikit menyinggung situasi Iran.


