Tragedi ledakan kapal di galangan PT ASL Shipyard Batam masih jadi sorotan besar. Polisi dan berbagai instansi masih gerak cepat buat ngulik penyebab kejadian ini.
Sampai Kamis (16/10/2025) pagi, jumlah korban meninggal belum bertambah. Jenazah korban yang udah selesai diautopsi di RS Bhayangkara Polda Kepri mulai dipulangin ke keluarga masing-masing untuk dimakamkan.
Pihak perusahaan masih bungkam.
Sampai sekarang, PT ASL belum memberi penjelasan lengkap soal kronologi ledakan. Dalam laporan internal, mereka bilang fokus utama saat ini adalah penanganan korban — baik yang wafat maupun yang lagi dirawat di rumah sakit. Mereka janji bakal cerita kronologinya secara detail setelah semua proses evakuasi dan perawatan selesai.
Update data korban:
Korban tersebar di beberapa rumah sakit di Batam, dengan kondisi yang beda-beda — dari luka ringan sampai kritis banget.
- RS Elisabet Batu Aji
Total 7 korban. - 4 meninggal: Chandra Pasaribu (36), Krisman Simatupang (51), Ramadhani Risky Nasution (19), dan Habibulloh Siregar.
- 3 kritis: Fikri Krisnawan (23), Thomas Alfa (41), dan Mijrebel Siregar.
- RSUD Embung Fatimah
2 korban meninggal: Anton (48) dan Frenki Protes Pane (41). Keduanya sudah diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan. - RS Mutiara Aini
Ini yang paling banyak: total 15 korban. - 4 meninggal: Andi Haryono, Idris Sardi, Dhimas Saputra, Maradong Tampubolon.
- 5 luka ringan.
- 6 kritis: Idaya Putra, Arrafi Husen, Roni Andreas Harefa, Imam, Midun Siburian, Edison Baktiar Napitupulu.
- RS Graha Hermin
Total 7 korban. - 6 luka berat: Dedi Supardi Rajagukguk (31), Krisna Ramadhan (24), Alvito Dinova (25), Abdul Munir (28), Dhani Darusman (41), dan Sodikin (23).
- 1 luka ringan: Ceni Sihombing (22).
Polisi masih investigasi.
Polda Kepri, Polresta Barelang, dan KSOP Batam kerja bareng Dinas Ketenagakerjaan buat cari tahu penyebab pasti ledakan yang merenggut banyak nyawa ini. Prosesnya meliputi periksa saksi-saksi, kumpulin barang bukti di TKP, sampai cek ulang standar keselamatan kerja perusahaan.
Polisi tegas: kasus ini bakal ditindaklanjuti secara profesional, dan kalau ada unsur kelalaian, siap-siap aja pihak perusahaan dimintai pertanggungjawaban.
Sementara itu, suasana duka masih terasa banget di keluarga korban. Mereka berharap ada kejelasan dan tanggung jawab dari semua pihak atas tragedi besar di galangan kapal PT ASL Batam ini.


