Setelah dua hari pencarian tanpa henti, tim penyelamat akhirnya berhasil menemukan jasad salah satu Anak Buah Kapal (ABK) KLM Green 6 yang tenggelam di perairan Pulau Moro, Kabupaten Karimun. Korban ditemukan sudah meninggal dunia di bagian dalam kapal yang karam.
Kecelakaan ini terjadi pada Sabtu pagi, 25 Oktober 2025, ketika kapal yang membawa muatan semen itu dilaporkan menabrak terumbu karang di perairan Desa Pulau Moro. Akibatnya, lambung kapal bocor dan kapal pun tenggelam.
Dari total lima awak kapal, empat orang berhasil diselamatkan — yaitu Baharudin (50) yang merupakan kapten kapal, Edi Gusyadi (47), Hasian (21), dan Akuang. Satu ABK lainnya sempat hilang dan baru ditemukan dua hari kemudian oleh tim penyelam.
“Benar, jasad korban ditemukan di dalam kapal oleh penyelam dari warga Desa Pauh sekitar pukul 12.00 WIB,” kata Kepala Basarnas Tanjungpinang, Fazzli, saat dikonfirmasi media.
Hal senada disampaikan Kapolsek Moro, Iptu Jamil, yang memastikan korban ditemukan setelah dua hari pencarian intensif. “Informasi awal yang kami terima, korban ditemukan di dalam kapal oleh penyelam,” ujarnya.
Jasad korban kemudian dievakuasi ke darat dan dibawa ke RSUD Muhammad Sani Karimun untuk proses visum sebelum diserahkan kepada keluarga.
Penyebab pasti tenggelamnya kapal masih dalam penyelidikan. Namun dugaan awal, kapal kehilangan kendali di perairan dangkal dan menabrak gugusan karang, menyebabkan kebocoran besar di lambung kapal.
Dengan ditemukannya korban terakhir ini, operasi pencarian resmi dihentikan. Pihak Basarnas dan kepolisian kini fokus pada evaluasi penyebab kecelakaan serta pengecekan dokumen pelayaran kapal.
Stay safe, guys! Cuaca laut lagi nggak bisa ditebak — selalu pastikan kapal dan perlengkapan keselamatan siap sebelum berlayar.


