Batam – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Batam menyatakan belum memiliki program khusus pelatihan profesi Lady Companion (LC) atau pemandu karaoke, menyusul kematian calon pekerja hiburan malam Dwi Lestari yang memicu perhatian publik terhadap keselamatan kerja di sektor hiburan malam.
Kepala Disnaker Kota Batam Yudi menjelaskan hingga saat ini belum ada usulan resmi dari komunitas pekerja LC untuk mengadakan pelatihan tersebut, berbeda dengan daerah lain seperti Banyuwangi yang mulai mewacanakan pelatihan bagi pekerja hiburan malam.
“Di kami (Disnaker Batam) belum ada pelatihan itu (LC). Juga belum pernah ada usulan, misalkan dari kawan-kawan pekerja meminta ‘kami butuh pelatihan LC’, itu belum ada,” kata Yudi kepada Batamnews usai menghadiri kegiatan di BP Batam.
Meski demikian, Yudi tidak menutup kemungkinan mengadakan pelatihan jika hasil evaluasi lapangan menunjukkan kebutuhan tersebut. Ia menegaskan jika urgensi terbukti untuk melindungi para pekerja hiburan malam dari risiko kekerasan dan kecelakaan kerja, Disnaker Batam siap memfasilitasi pelatihan dengan menggandeng Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang kompeten.
“Tapi kalau memang itu kami evaluasi sangat membutuhkan, bisa saja ya. Kita cari LPK-nya untuk pelatihan tersebut. Kalau memang betul-betul dibutuhkan di dalam industri tempat hiburan malam,” ujarnya.
Isu pelatihan LC sebelumnya menjadi perbincangan nasional setelah Banyuwangi meluncurkan program Tailor Made Training bagi pemandu lagu. Profesi LC secara resmi telah diakui dalam klasifikasi pekerjaan Kementerian Ketenagakerjaan sehingga dinilai layak mendapatkan pelatihan peningkatan keterampilan dan keselamatan kerja.
Di Banyuwangi, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) pernah memfasilitasi pelatihan bagi 16 pemandu lagu di salah satu rumah karaoke di Rogojampi, yang diberikan langsung di lokasi kerja berdasarkan pengajuan masyarakat setempat.
Yudi memaparkan fokus utama anggaran pelatihan Disnaker Batam sepanjang 2025 masih diarahkan pada sektor industri formal untuk mendukung iklim investasi. Sepanjang 2025, sebanyak 3.409 pencaker telah mengikuti berbagai pelatihan keahlian meliputi operator forklift, teknik las dasar dan lanjutan, teknisi pendingin udara (AC), tata boga, hingga keterampilan menjahit.
“Untuk tahun 2026, Insya Allah anggarannya dan targetnya kurang lebih sama,” pungkasnya.


