Jakarta – Aktivitas bisnis di sejumlah negara besar Eropa dan Asia menunjukkan peningkatan pada awal 2026 meski dibayangi kekhawatiran kebijakan tarif Amerika Serikat.
Berdasarkan laporan S&P Global, indeks aktivitas bisnis kawasan Eropa (Eurozone) stabil di angka 51,5 pada Januari 2026. Angka di atas 50 menandakan ekspansi ekonomi.
Jerman mencatat kenaikan aktivitas terbesar dalam tiga bulan terakhir dengan pesanan ekspor yang mulai stabil meski sempat terdampak tarif AS. Sebaliknya, Prancis mengalami perlambatan akibat kekhawatiran ancaman tarif AS, termasuk isu bea masuk 200 persen untuk produk sampanye terkait isu Greenland yang kemudian dicabut.
Di kawasan Asia-Pasifik, India, Jepang, dan Australia melaporkan akselerasi aktivitas bisnis yang signifikan. Australia mencatatkan rekor pesanan ekspor tercepat dalam tiga setengah tahun terakhir. Jepang mencatat pertumbuhan pesanan luar negeri untuk pertama kalinya sejak Maret 2025. India mengalami lonjakan pesanan internasional dari pasar Asia hingga Timur Tengah.
“Data Januari menunjukkan lonjakan signifikan pada pesanan internasional secara agregat,” lapor S&P Global mengenai performa India.
Inggris juga mencatatkan lonjakan pesanan ekspor terkencang dalam 18 bulan terakhir, membawa indeks aktivitas bisnis ke titik tertinggi sejak April 2024.
Lonjakan investasi teknologi Kecerdasan Buatan (AI) di Amerika Serikat dinilai menjadi faktor pendorong yang meredam dampak negatif tarif perdagangan terhadap ekonomi global.
IMF dan Bank Dunia telah menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk tahun 2026 berdasarkan tren positif ini.


