Jakarta – Pengamat politik Andi Yusran mendorong Presiden Prabowo Subianto segera melakukan evaluasi dan perombakan kabinet menyusul penilaian terhadap kinerja sejumlah menteri yang dinilai belum optimal, Rabu (22/4/2026).
Salah satu menteri yang disorot adalah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Andi menilai kinerja Bahlil tidak menunjukkan kemajuan berarti sejak menjabat. “Bahlil adalah salah seorang anggota kabinet yang sangat patut untuk di-reshuffle. Tidak jelas kinerjanya sejak menjabat Menteri ESDM. Bahkan sektor energi adalah salah satu sektor yang stagnan, tidak ada inovasi,” ujarnya.
Andi juga menyoroti persoalan kelangkaan BBM jenis biosolar dan minimnya dorongan terhadap pengembangan energi alternatif seperti gas untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Selain Bahlil, Andi mengkritik Menteri Luar Negeri Sugiono yang dinilai gagal membaca konstelasi politik internasional. “Ia gagal memahami konstelasi politik internasional sehingga Prabowo tidak mendapat input yang cermat. Langkah ikut-ikutan di BOP dan blunder Indonesia menandatangani perjanjian dagang resiprokal yang timpang dengan AS adalah contoh gagalnya diplomasi Indonesia,” tegasnya.
Andi turut menyoroti kinerja kementerian di bawah koordinasi Kemenko PMK. Ia menilai tingginya angka kemiskinan, lemahnya ekonomi kerakyatan, serta masih terbatasnya pelayanan dasar kesehatan dan pendidikan menjadi indikator belum optimalnya penanganan sektor kesejahteraan rakyat. “Menko PMK dan menteri-menteri di lingkup koordinasinya layak di-reshuffle,” katanya.


