Batam – Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan perbaikan infrastruktur air bersih di 18 titik intervensi menjadi prioritas utama tahun ini untuk mengatasi keluhan krisis air bersih di sejumlah wilayah.
Amsakar menjelaskan pemetaan wilayah dengan pelayanan air lemah telah dilakukan. Evaluasi akhir tahun lalu menunjukkan 18 lokasi masuk kategori kritis dan membutuhkan penanganan segera.
Kendala administrasi dan anggaran di tingkat pusat telah selesai. Koordinasi dengan Kementerian Keuangan membuahkan hasil sehingga proses tender infrastruktur dijadwalkan dimulai akhir Januari hingga pertengahan Februari.
“Saya sudah berkoordinasi langsung dengan Pak Boy (bidang infrastruktur) untuk memastikan proses tender berjalan minggu depan. Saya juga sudah pastikan ke Pak Yus mengenai kesiapan penganggarannya, semuanya sudah hijau (siap),” kata Amsakar, Kamis (29/1/2026).
Sebagai solusi jangka pendek sambil menunggu proyek permanen selesai, Pemko Batam membahas penambahan armada truk tangki air untuk menyuplai wilayah terdampak, terutama menjelang bulan Ramadan.
“Kita sedang bahas di internal untuk menambah jumlah angkutan armada. Apalagi sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadan, kebutuhan warga pasti meningkat,” ujarnya.
Amsakar meminta masyarakat bersabar karena menyelesaikan persoalan di 18 titik kritis membutuhkan proses pengerjaan yang matang.
“Kasih saya waktu untuk menyelesaikan ini. Menangani 18 titik kritis ini tidak semudah membalikkan telapak tangan, tapi prosesnya sedang berjalan dan kami kerjakan serius,” katanya.


