Batam – Pemerintah Kota Batam menggelar salat sunat Istisqa di Alun-Alun Engku Putri, Batam Center, Senin (30/3/2026) pagi. Kegiatan yang diikuti ratusan pegawai Pemko Batam dan masyarakat umum ini dilaksanakan sebagai respons atas kemarau panjang yang melanda Kota Batam.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut mengatakan pelaksanaan salat Istisqa didasari laporan BMKG yang memprediksi cuaca ekstrem dengan curah hujan sangat rendah akan berlangsung hingga Agustus mendatang.
“Kita membuat imbauan untuk melakukan salat sunat Istisqa ini, sebagaimana yang biasa dilakukan Rasulullah SAW ketika menghadapi kemarau panjang,” ujar Amsakar.
Amsakar juga menyoroti maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa titik di Batam akibat cuaca panas yang membuat vegetasi mengering.
“Terjadi kebakaran hutan di Galang, Sekupang, Nongsa, hingga dekat Pulau Manis. Rumput dan tanaman sudah menguning sehingga sangat rentan terbakar. Oleh sebab itu, saya memutuskan untuk dilakukan salat Istisqa hari ini,” katanya.
Amsakar mencatat kehadiran jamaah mencapai sekitar 10 hingga 12 saf, dengan 4 hingga 5 saf laki-laki dan 6 hingga 7 saf perempuan.
“Ini menandakan ikhtiar kita bersama agar Batam diberkahi hujan, mengurai problem air bersih, sekaligus menghentikan kebakaran hutan,” tutupnya.


