Batam – Wali Kota Batam Amsakar Achmad memimpin Focus Group Discussion (FGD) optimalisasi pengangkutan sampah tahun 2026 di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (15/4/2026). FGD tersebut melibatkan tim ahli dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.
Amsakar menyatakan penanganan sampah di Kota Batam perlu dikaji secara akademik dari hulu hingga hilir. Volume sampah di Batam saat ini mencapai 800 hingga 1.300 ton per hari.
“Sampah menjadi prioritas kami. Penanganannya harus diawali dengan kajian akademik yang melibatkan tenaga ahli. Permasalahan dari hulu hingga hilir perlu diurai secara sistematis,” ujarnya.
Pemko Batam berencana mengembangkan lahan TPA seluas 49 hektare dan membangun infrastruktur Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Amsakar juga menyebut teknologi insinerator plasma tanpa emisi yang telah diterapkan di Yogyakarta sebagai salah satu opsi yang akan dikaji.
Terkait pengangkutan, Pemko Batam akan memperkuat pelibatan pihak ketiga agar ada standar pelayanan yang terukur dan dapat dievaluasi.
“Melibatkan pihak ketiga memungkinkan adanya standar evaluasi yang jelas. Jika pelayanan tidak optimal, perbaikan dapat segera dilakukan sesuai kontrak kerja,” ujarnya.
Amsakar juga meminta Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) bersama OPD teknis untuk memperkuat data sebagai dasar perumusan kebijakan.
“Saya minta dilakukan penajaman data dengan melibatkan OPD teknis. Dengan begitu, kebijakan yang diambil memiliki dasar kuat dan mampu menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat Batam,” katanya.


