Batam – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Wali Kota Batam pada Senin, 27 April 2026. Rombongan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar.
Kunjungan ini bertujuan mempelajari implementasi digitalisasi pelayanan publik di Batam, khususnya layanan administrasi kependudukan berbasis barcode, serta pengelolaan masyarakat multikultural.
“Kami ingin mempelajari implementasi digitalisasi di Batam, khususnya pada layanan administrasi kependudukan yang telah memanfaatkan sistem barcode. Meski karakteristik daerah berbeda, semangat inovasi ini akan kami coba terapkan di Bangli,” ujar Wayan Diar.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad memaparkan sejumlah capaian pembangunan kota, di antaranya pertumbuhan ekonomi sebesar 6,88 persen, realisasi investasi Rp69,3 triliun, dan angka kemiskinan yang turun ke 3,81 persen. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Batam juga menyumbang 58 persen dari total APBD, menempatkan Batam dalam lima besar daerah paling mandiri secara fiskal di tingkat nasional.
Amsakar menyebut kondusivitas sosial sebagai faktor utama yang menopang pertumbuhan investasi dan pariwisata di Batam.
“Batam merupakan daerah multikultural dengan tingkat heterogenitas yang tinggi. Pemerintah bersama Forkopimda berkomitmen hadir dalam berbagai kegiatan keagamaan untuk menjaga kebersamaan dan persatuan,” ujarnya.
Rombongan Bangli juga diajak meninjau Mal Pelayanan Publik (MPP) Batam yang mengintegrasikan lebih dari 1.400 jenis layanan, mulai dari administrasi kependudukan hingga pemantauan investasi melalui dashboard digital.


