Jakarta – Kementerian Transmigrasi menerjunkan 1.400 peserta sarjana ke 52 kawasan transmigrasi melalui Program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026. Para peserta akan mendampingi masyarakat transmigran selama satu tahun penuh.
“Mereka akan menjadi penggerak pemberdayaan masyarakat sekaligus mitra pendamping transmigran dalam mengoptimalkan potensi kawasan,” kata Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, Kamis (30/4/2026).
Selama pendampingan, para peserta akan berfokus pada peningkatan produktivitas pertanian, penerapan teknologi tepat guna, penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat, dan perluasan akses pasar.
Iftitah menjelaskan alasan program ini menyasar sarjana, bukan mahasiswa aktif.
“Tim Ekspedisi Patriot akan tinggal selama satu tahun sehingga dampaknya akan lebih nyata. Kalau mahasiswa on-going, dia kan harus balik kuliah, inilah kenapa kita menggunakan sarjana,” ujarnya.
Program ini dijalankan melalui kolaborasi dengan 10 kampus mitra utama dan perguruan tinggi daerah. Rencana program didasarkan pada hasil riset dan pemetaan potensi ekonomi di 154 kawasan transmigrasi yang menunjukkan banyak komoditas unggulan memerlukan inovasi, hilirisasi, dan pendampingan berkelanjutan.
“Tim Ekspedisi Patriot 2026 bukan sekadar program penempatan sarjana di kawasan transmigrasi, tetapi agenda besar menyiapkan SDM pendamping yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,” ujar Iftitah.
Program ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat transformasi transmigrasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.


