Batam – Indonesia menempatkan tiga bandaranya dalam daftar tujuh bandara terluas di Asia Tenggara berdasarkan luas wilayah, yakni Soekarno-Hatta, Hang Nadim Batam, dan Kualanamu Deli Serdang, mengutip data VN Express.
Posisi pertama ditempati Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) di Sepang, Malaysia, dengan luas lebih dari 100 kilometer persegi. Bandara ini dirancang untuk mengakomodasi pertumbuhan penerbangan jangka panjang.
Posisi kedua akan segera diisi Bandara Internasional Long Thanh, Vietnam, seluas 50 kilometer persegi, yang diproyeksikan mulai beroperasi secara komersial pada kuartal keempat 2026.
Bandara Suvarnabhumi Thailand menempati posisi ketiga dengan luas 35 kilometer persegi. Beroperasi sejak 2006, bandara ini menjadi salah satu hub penerbangan tersibuk di dunia. Di posisi keempat, Bandara Internasional Clark Filipina membentang seluas 23,67 kilometer persegi dengan pertumbuhan penumpang mencapai 14 persen pada 2025.
Tiga bandara Indonesia mengisi posisi kelima hingga ketujuh. Bandara Soekarno-Hatta seluas 18 kilometer persegi berada di posisi kelima, disusul Bandara Hang Nadim Batam seluas 17,6 kilometer persegi di posisi keenam. Hang Nadim juga tercatat memiliki landasan pacu terpanjang di Indonesia sepanjang 4.025 meter. Bandara Kualanamu Deli Serdang seluas 13,6 kilometer persegi menempati posisi ketujuh dan dikenal sebagai pelopor sistem penanganan bagasi otomatis di Indonesia.
Sementara itu, Bandara Changi Singapura yang kini seluas 13 kilometer persegi sedang menjalani ekspansi besar melalui pembangunan Terminal 5 seluas 10,8 kilometer persegi yang dimulai sejak Mei 2025, yang akan hampir menggandakan ukuran bandara tersebut.


