Batam – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan kabut tebal yang muncul di sejumlah wilayah Kota Batam, khususnya pada pagi hari, merupakan fenomena alam biasa dan bukan kabut asap akibat kebakaran lahan maupun polusi udara.
Prakirawan BMKG Fitri Anisa menjelaskan kabut tersebut terjadi akibat penurunan suhu udara di dekat permukaan tanah pada malam hari, yang menyebabkan uap air mengembun menjadi titik-titik air kecil yang melayang.
“Tidak, kalau pagi hari diperhatikan ada udara mengembun. Hal tersebut terjadi karena saat malam hari suhu udara di dekat permukaan tanah turun, sehingga uap air di udara mengembun menjadi titik-titik air kecil yang melayang dan membentuk kabut,” ujar Fitri.
Dalam meteorologi, fenomena ini dikenal sebagai kabut radiasi atau radiation fog, yang umumnya terbentuk pada malam yang cerah dan tenang saat permukaan daratan melepaskan panas melalui proses radiasi hingga udara mencapai titik embun.
BMKG menyatakan fenomena ini tergolong normal dan akan berangsur hilang seiring naiknya suhu udara pada siang hari.
Meski tidak berbahaya bagi kesehatan pernapasan, BMKG mengimbau pengguna jalan untuk mewaspadai berkurangnya jarak pandang saat berkendara pada pagi hari. Pengendara disarankan menyalakan lampu kendaraan dan mengurangi kecepatan demi keselamatan.


