Batam — Ratusan pelajar dari sekitar 100 sekolah tingkat SD dan SMP di Batam mengikuti pawai di depan Kantor Wali Kota Batam, Minggu (21/6/2026). Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Batam Hendri Arulan menegaskan kegiatan tersebut bukan aksi demonstrasi, melainkan bentuk dukungan terhadap Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dirangkaikan dengan peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
“Hari ini kami melaksanakan kegiatan pawai dalam rangka mendukung program MBG agar tetap berjalan. Sekalian pawai memperingati tahun baru hijriah,” kata Hendri di lokasi.
Hendri menjelaskan, kegiatan ini digelar setelah Dinas Pendidikan menerima sejumlah masukan dari orang tua murid dan kepala sekolah terkait tersendatnya pelaksanaan Program MBG dalam beberapa waktu terakhir. Pawai tersebut, menurutnya, merupakan bentuk dukungan moral agar program itu tetap berjalan dengan tata kelola yang lebih baik.
Ia membantah kegiatan tersebut terkait instruksi Kementerian Pendidikan atau gerakan nasional. Menurutnya, pawai murni inisiatif lokal yang lahir dari aspirasi masyarakat Batam.
“Dinas Pendidikan hanya menawarkan ide jalan pagi bersama setelah mendengar berbagai keluhan dari guru dan orang tua murid. Tidak ada instruksi khusus dari kementerian maupun pihak luar,” ujarnya.
Selain pelajar, kegiatan juga melibatkan perwakilan dapur umum dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi bagian dari pelaksanaan program. Terkait isu adanya guru atau siswa yang merasa terpaksa mengikuti pawai, Hendri mengatakan tidak dapat memberikan tanggapan karena kehadiran siswa merupakan keputusan masing-masing sekolah.
“Saya tidak menanggapi itu karena kami tidak tahu, karena ini memang dari satuan pendidikan yang masing-masing sekolah yang menghadirkan siswa-siswanya,” katanya.
Hendri menambahkan, pemenuhan gizi bagi anak sekolah, balita, dan ibu hamil merupakan investasi sumber daya manusia untuk mendukung target Indonesia Emas 2045. Ia berharap aspirasi dari pawai tersebut dapat diteruskan ke pemerintah pusat melalui DPRD agar program berlanjut dengan tata kelola yang lebih baik. Seluruh siswa yang mengikuti kegiatan dipastikan mendapat pendampingan guru selama pawai berlangsung.


