Depok – Massa yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Barisan Rakyat Nusantara (BaraNusa) Kota Depok menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Depok, Senin (20/7/2026). Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Kota dan DPRD Kota Depok, salah satunya desakan pembubaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketua DPD BaraNusa Kota Depok, Entin Rosmini, dalam orasinya menyebut program MBG sebagai sumber masalah dan meminta program tersebut dihentikan.
“MBG adalah biang masalah negeri ini. Bubarkan MBG,” tegas Entin di hadapan peserta aksi.
Sempat terjadi ketegangan saat Anggota DPRD Kota Depok, Babai Suhaimi, menemui massa. Perdebatan muncul karena massa mendesak Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriyatna, turun langsung menemui demonstran. Setelah perdebatan berlangsung beberapa saat, Ade Supriyatna akhirnya menemui massa aksi untuk meredakan situasi.
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan BaraNusa menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya pembubaran program MBG, pengalihan dana RW untuk kesehatan dan pendidikan gratis, penolakan dan penghapusan aturan desil, pengembalian layanan Universal Health Coverage (UHC), serta permintaan agar Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok, Supian Suri-Chandra, hanya menjabat satu periode.
Massa juga menyuarakan penolakan terhadap penggusuran pedagang, penghapusan sistem pendaftaran sekolah melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), permintaan pembangunan perumahan bagi masyarakat miskin, dan penolakan kenaikan harga kebutuhan pokok.
Aksi berlangsung di bawah pengawalan aparat kepolisian dan berakhir tertib setelah massa menyampaikan aspirasi serta berdialog dengan pimpinan DPRD Kota Depok.


