Batam — Puluhan gerai Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) belum beroperasi hingga awal Agustus 2026. Pemerintah Provinsi Kepri menyebut pengoperasian koperasi tersebut masih menunggu kelengkapan sarana pendukung usaha.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kepri Riki Rionaldi mengatakan, dari 407 Kopdes Merah Putih yang direncanakan dibangun di tujuh kabupaten/kota di Kepri, sebanyak 275 lokasi telah menyelesaikan tahapan pematangan lahan.
“Yang sudah dibangun secara fisik ada 77 unit, namun semuanya belum bisa beroperasi,” kata Riki di Tanjungpinang, Senin, 3 Agustus 2026.
Menurut dia, belum beroperasinya puluhan gerai tersebut disebabkan perlengkapan usaha yang belum terpenuhi, termasuk rak etalase dan kendaraan pengangkut barang untuk operasional koperasi. Perlengkapan tersebut, kata Riki, masih dalam tahap verifikasi dan validasi.
Pemerintah Provinsi Kepri menargetkan Kopdes Merah Putih mulai diresmikan pada September 2026. Salah satu yang dipersiapkan sebagai proyek percontohan nasional adalah Kopdes Merah Putih di Galang Baru, Kota Batam, yang mengelola pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 1 megawatt (MW) dan diklaim menjadi yang pertama di Indonesia dalam skema pengelolaan koperasi desa.
“Kapasitasnya 1 MW dan menjadi percontohan nasional. Diperkirakan diresmikan September mendatang,” ujarnya.
Riki juga menyebut terdapat beberapa Kopdes Merah Putih di Kabupaten Bintan yang sempat tutup karena sebelumnya memanfaatkan gerai milik pemerintah. Ia berharap pembangunan gerai permanen dapat menjadi semangat baru bagi pengelola koperasi.
Selain pembangunan fisik, para manajer koperasi disebutkan telah menyelesaikan pelatihan sebagai bagian dari persiapan operasional.


