Batam – Musyawarah Daerah (Musda) IV Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPD PHRI) Kepulauan Riau (Kepri) resmi dibuka di Grand Swiss-Belhotel Harbour Bay Batam, Rabu (2/9).
Musda tersebut menjadi forum evaluasi kepengurusan periode 2021-2026 sekaligus ajang pemilihan Ketua BPD PHRI Kepri periode berikutnya. Dua kandidat, Santi dan Rizal, bersaing dalam pemilihan yang tahapannya telah dipersiapkan sejak Juli 2026.
Musda dihadiri pengurus PHRI, pelaku usaha hotel dan restoran, pemerintah daerah, serta perwakilan asosiasi pariwisata.
Mewakili Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam Ardiwinata mengatakan industri hotel dan restoran memiliki posisi strategis bagi perekonomian Batam. Ia menyebut saat ini terdapat sekitar 273 hotel dan 3.827 restoran yang terdata di Kota Batam, dengan sektor pariwisata menyumbang sekitar 24 persen terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam.
“Kalau kita lihat sekarang, akses darat kita luar biasa. Jalan-jalan terus diperbaiki, dilebarkan, dimuluskan, dan ditambah jalurnya,” kata Ardiwinata.
Ardiwinata menambahkan, sektor Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE) dinilai masih perlu dikembangkan melalui penguatan fasilitas pertemuan dan convention hall agar mampu menarik kegiatan berskala nasional hingga internasional.
Ketua Umum BPP PHRI Hariyadi BS Sukamdani mengatakan penguatan organisasi perlu diikuti peningkatan jumlah anggota. Ia mengajak pelaku usaha hotel dan restoran yang belum bergabung untuk menjadi anggota PHRI guna memperkuat advokasi terhadap regulasi yang berkaitan dengan industri.
Ketua BPD PHRI Kepri periode 2021-2026 Jimmi Ho mengatakan Musda menjadi momentum menjawab tantangan industri hospitality, di antaranya persaingan destinasi regional, kebutuhan sumber daya manusia bersertifikasi, persoalan perizinan, hingga penerapan prinsip keberlanjutan.
Ketua Panitia Musda IV PHRI Kepri Reni Novianti mengatakan seluruh persiapan teknis, tempat, akomodasi, hingga tata tertib telah dilakukan sejak Juli 2026 dengan mengedepankan transparansi dan demokrasi organisasi.
Musda IV PHRI Kepri diharapkan melahirkan kepemimpinan baru serta program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan industri pariwisata dan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha.


