Jakarta – Jaksa Agung ST Burhanuddin menerbitkan “Tujuh Perintah Harian Jaksa Agung” bagi seluruh jajaran Korps Adhyaksa dalam upacara peringatan Hari Lahir ke-81 Kejaksaan Republik Indonesia yang berlangsung di Lapangan Upacara Badan Diklat Kejaksaan RI, Jakarta Selatan, Rabu pagi.
Dalam amanatnya, Burhanuddin mengatakan tujuh instruksi tersebut merupakan panduan moral dan profesional yang harus dihayati dan diamalkan dalam setiap tugas pengabdian, bukan sekadar arahan administratif. “Tujuh Perintah Harian ini adalah landasan etik dan kerja. Bukan sekadar kertas, tapi jiwa dari setiap jaksa,” ujarnya.
Peringatan tahun ini mengangkat tema “Mengembalikan Kepercayaan Publik Melalui Penegakan Hukum Berintegritas, Adil, dan Humanis”. Burhanuddin menyebut ketujuh poin tersebut sebagai langkah nyata untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kejaksaan, sekaligus mengajak seluruh insan Adhyaksa menjadikan momen Harlah ke-81 sebagai titik balik memperbarui semangat pengabdian. “Kita adalah garda terdepan penegakan hukum dan pengawal kedaulatan hukum. Teruslah bekerja dengan semangat, jaga integritas, dan perjuangkan keadilan,” tegasnya.
Ia turut mengakui bahwa perjalanan Kejaksaan tidak selalu mulus dan kerap menghadapi ujian dari dalam maupun luar institusi. Namun ia menegaskan keterpurukan tidak boleh dibiarkan berlarut. “Terus bergerak, teguh dalam integritas, adil dalam penegakan hukum, dan setia mengabdi untuk negeri. Badai pasti berlalu,” pungkasnya.
Berikut isi Tujuh Perintah Harian Jaksa Agung:
- Menerapkan nilai-nilai ketuhanan dalam setiap pelaksanaan tugas dan pengambilan keputusan.
- Mengembalikan kehormatan dan marwah Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum yang memberi manfaat serta keadilan bagi masyarakat.
- Mendukung Asta Cita serta menyukseskan program prioritas dan direktif Presiden sesuai tugas dan fungsi Kejaksaan demi Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
- Menggunakan hati nurani dalam bertugas secara profesional dengan menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan.
- Membangun sinergi harmonis dan kolaborasi produktif antarkementerian, lembaga, dan seluruh pemangku kepentingan.
- Menjunjung kesederhanaan dalam bertugas dan bersosialisasi sehari-hari sebagai cermin integritas dan keteladanan insan Adhyaksa.
- Meningkatkan kepekaan terhadap dinamika masyarakat dan perkembangan hukum, serta bertindak cepat dan tepat menghadapi perubahan situasi.


