Karimun – Pelanggan PLN di Pulau Karimun kembali mengalami pemadaman listrik total (blackout) pada Minggu (6/9) sekitar pukul 04.00 WIB, menyusul gangguan pada boiler PLTU Unit 1. Kondisi ini diperparah karena PLTU Unit 2 masih dalam proses perawatan, sehingga PLN terpaksa melakukan manajemen daya atau pemadaman bergilir.
Manajer Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Tanjungbalai Karimun Ahmad Subhan mengatakan, saat blackout terjadi, PLTU Unit 2 belum selesai menjalani perawatan sehingga hanya PLTU Unit 1 yang beroperasi. Gangguan pada boiler unit tersebut kemudian menyebabkan listrik padam total.
Dengan tidak beroperasinya kedua unit PLTU, pasokan listrik PLN saat ini hanya mengandalkan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) di Bukit Carok. Ahmad menjelaskan, kemampuan pembangkit tersebut tidak mencukupi kebutuhan daya seluruh pelanggan, sehingga PLN terpaksa memberlakukan pemadaman bergilir karena daya yang tersedia tidak mampu menghidupkan seluruh jaringan listrik ke pelanggan.
Berdasarkan data yang dihimpun, daya listrik yang tersedia dari PLTD hanya sekitar 30-31 megawatt (MW), sementara kebutuhan listrik saat beban puncak pada pukul 19.00-22.00 WIB mencapai sekitar 35 MW. Dalam kondisi normal dengan tambahan dua unit PLTU, total daya yang dimiliki PLN mencapai 42 MW.
Kondisi ini menuai keluhan dari warga. Seorang warga Karimun, Samsul, menyampaikan kekecewaannya karena masalah kelistrikan di Pulau Karimun kembali terjadi tak lama setelah uji coba mesin PLTD yang baru selesai diinstal. Warga Tanjungbalai Kota, Dimas, turut menyampaikan keluhan serupa, menyebut gangguan pada PLTU berdampak langsung berupa pemadaman bergilir yang biasanya berlangsung hingga tiga jam akibat keterbatasan daya mampu listrik.


