Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam meluncurkan Batam Policy Lab, inovasi tata kelola yang dikembangkan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Batam untuk memperkuat pengambilan kebijakan berbasis riset dan data. Peluncuran dilakukan Wali Kota Batam Amsakar Achmad pada Puncak Penganugerahan Batam Innovation Award (BIA) 2026 di Auditorium Politeknik Negeri Batam, Kamis (10/9).
Kepala BRIDA Kota Batam Efrius mengatakan, Batam Policy Lab dirancang untuk menyediakan kajian cepat (rapid assessment) dan policy brief sebagai bahan rekomendasi bagi pengambil kebijakan. Inovasi ini merupakan bagian dari proyek perubahan yang dikembangkannya dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II.
Melalui mekanisme tersebut, BRIDA berupaya memperpendek waktu penyediaan informasi dan rekomendasi strategis bagi pemerintah daerah. Batam Policy Lab diarahkan untuk mendukung penyusunan kebijakan yang lebih responsif dan berbasis bukti (evidence-based policy), mulai dari kebijakan strategis Pemko Batam hingga persoalan teknis di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).
Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan, inovasi dalam pemerintahan tidak boleh berhenti pada gagasan atau seremoni, melainkan harus memberikan nilai tambah dan dampak nyata bagi masyarakat.
“Di era saat ini, tanpa inovasi kita akan sangat lambat dan tidak responsif. Kerja berorientasi inovasi inilah yang memberikan nilai tambah (added value) serta efisiensi nyata bagi pelayanan masyarakat. Inovasi yang diciptakan pun harus berdampak positif untuk masyarakat,” kata Amsakar.
Ia menambahkan, inovasi yang telah dibuat harus terus dikembangkan meski telah memperoleh penghargaan.
“Jangan sampai inovasi hanya berhenti pada saat menerima penghargaan. Setelah ini harus terus dimodifikasi, dikembangkan, dan diimplementasikan secara konsisten sehingga benar-benar memberikan manfaat,” ujarnya.
Peluncuran Batam Policy Lab merupakan bagian dari rangkaian Puncak BIA 2026 yang diselenggarakan BRIDA Kota Batam. Efrius melaporkan, terdapat 202 inovasi dari 180 pengusul yang berpartisipasi pada BIA 2026, meningkat dibandingkan 2025 yang mencatat 118 inovasi dari 78 pengusul.
Peserta tahun ini terdiri atas 32 perangkat daerah, 22 unit pelaksana teknis daerah (UPTD), 24 SMP, 24 SD, dan enam kelurahan, dengan 106 inovasi berbasis digital dan 96 inovasi nondigital. Seluruh karya inovasi tersebut akan dibukukan dalam Buku Kumpulan Inovasi Jilid 2.
Selain itu, jumlah inovasi Pemko Batam yang didaftarkan dalam Innovative Government Award (IGA) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri meningkat menjadi 154 inovasi dari sebelumnya 41 inovasi.
Amsakar menyebut penguatan inovasi dalam tata kelola pemerintahan turut mendukung capaian pembangunan Batam, termasuk realisasi investasi pada Semester I 2026 yang mencapai sekitar Rp35 triliun dan pertumbuhan ekonomi sebesar 7,25 persen.
Puncak BIA 2026 ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan dan dana pembinaan kepada para pemenang, masing-masing sebesar Rp10 juta untuk juara I, Rp8 juta untuk juara II, Rp6 juta untuk juara III, dan Rp4 juta untuk juara harapan I.


