Batam – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam akan menguji coba lajur prioritas untuk bus Trans Batam mulai pekan depan. Lajur berada di sisi kiri jalan dan ditandai marka khusus tanpa pembatas fisik seperti busway di Jakarta.
Kepala UPT Trans Batam, Bambang Sucipto, mengatakan penempatan lajur disesuaikan dengan karakteristik jalan di Batam yang umumnya memiliki tiga hingga enam lajur.
“Tidak ada pembatas tinggi. Kita pakai garis marka seperti di Bandara Hang Nadim, yang warna merah sebagai penandanya,” kata Sucipto kepada Batam Pos, Minggu (13/9).
Meski menjadi prioritas, lajur tersebut tetap dapat dilintasi sepeda motor. Namun saat bus Trans Batam melintas, kendaraan tersebut diutamakan menggunakan lajur paling kiri.
“Yang diprioritaskan untuk menggunakan lajur itu Trans Batam. Walaupun nanti memungkinkan ada kendaraan lain yang menggunakan, Trans Batam adalah prioritasnya,” ujarnya.
Dishub juga mengimbau agar lajur prioritas tidak digunakan untuk parkir agar tidak mengganggu perjalanan bus.
Koridor awal penerapan lajur berada di jalur Batam Center menuju K-Square, bekas kawasan Kepri Mall, karena pekerjaan pelebaran jalan di ruas tersebut telah selesai. Penerapan selanjutnya akan diperluas hingga Panbil dan berpotensi diteruskan ke Tanjunguncang, menyesuaikan progres perbaikan jalan.
Sucipto mengatakan uji coba awal akan dilakukan pada ruas sepanjang 12 meter dari halte yang sudah dicat marka khusus.
“Tahun depan kita adakan lagi. Ini bertahap sembari menunggu perbaikan jalan,” ujarnya.
Pemko Batam berharap penerapan lajur prioritas ini dapat mempercepat waktu tempuh Trans Batam. Namun karena belum ada pembatas fisik, efektivitas penerapannya akan bergantung pada kedisiplinan pengguna jalan dan pengawasan di lapangan.


