Batam – Kualitas udara di Kota Batam pada Senin (14/9/2026) masuk kategori tidak sehat akibat sebaran asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Prakirawan BMKG Hang Nadim Batam mengatakan asap telah terdeteksi di banyak daerah, mulai dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, hingga Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Maluku.
“Untuk kualitas udara di Kota Batam saat ini masuk ke kategori tidak sehat,” ujarnya, Senin (14/9).
BMKG mencatat asap di wilayah Sumatera seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Kepulauan Bangka Belitung bergerak ke arah barat laut. Sementara di Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Maluku, asap bergerak ke arah barat laut hingga utara, sedangkan di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara sebaran asap bergerak ke arah utara hingga timur laut.
“Arah angin di Indonesia pada umumnya bertiup dari timur-tenggara menuju barat laut-utara,” jelasnya.
BMKG juga mendeteksi adanya transboundary haze atau asap lintas batas dari wilayah Kalimantan menuju Sarawak, Malaysia, Semenanjung Malaysia, Singapura, hingga Vietnam.
Menyikapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat Batam membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah.
“Batasi kegiatan di luar ruangan dan selalu gunakan masker ketika berada di luar ruangan,” imbaunya.
BMKG turut mengingatkan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin dan segera mencari pertolongan medis jika mengalami gangguan pernapasan, serta menganjurkan masyarakat menjaga kondisi tubuh dengan pola hidup sehat dan memperbanyak minum air putih agar tidak dehidrasi.
Selain berdampak pada kesehatan, kabut asap juga berpotensi mengganggu jarak pandang. BMKG meminta pengguna jalan meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi kecepatan berkendara saat jarak pandang terbatas.
“Jarak pandang yang terbatas akibat asap pekat dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Perkuat kewaspadaan dan kurangi kecepatan berkendara,” pungkasnya.


