Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan naik hingga Hari Raya Idulfitri. Pernyataan itu disampaikan Bahlil di Jakarta, Senin, 9 Maret 2026.
“Problem kita sekarang bukan di stok. Stok tidak ada masalah, sudah tersedia semuanya. Kita sekarang menghadapi persoalan harga. Kami sedang melakukan exercise untuk menyiapkan langkah-langkah komprehensif. Tapi saya pastikan sampai hari raya insyaallah tidak ada kenaikan harga BBM subsidi,” ujar Bahlil.
Bahlil menyebut ketegangan geopolitik global yang mendorong harga minyak mentah dunia melampaui 100 dolar AS per barel tidak mengganggu ketersediaan BBM di dalam negeri. Tantangan yang dihadapi pemerintah saat ini, kata dia, semata pada fluktuasi harga, bukan pasokan.
Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk menutup selisih antara harga pasar dengan asumsi APBN sebesar 70 dolar AS per barel. Kementerian ESDM melakukan koordinasi dengan Kementerian Keuangan guna menjaga stabilitas anggaran, sekaligus memetakan langkah efisiensi untuk mengendalikan beban subsidi.
Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah mempercepat program pencampuran bahan bakar nabati. Pemerintah mengkaji peningkatan mandatori biodiesel dari B40 menuju B50 serta penerapan campuran etanol E20 untuk bensin.
“Kalau harga minyak fosil bisa melampaui 100 dolar AS per barel, maka akan lebih murah jika kita melakukan blending. Untuk diesel dari B40 menuju B50. Atau kita bikin mandatori untuk bensin dan itu lebih bersih,” kata Bahlil.


