Batam – BP Batam masih mengkaji rencana penutupan Jembatan Sei Ladi seiring dimulainya proyek pelebaran Jalan Gajah Mada di jalur Tiban-Baloi senilai Rp138 miliar. Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyatakan keputusan soal penutupan jembatan diserahkan kepada tim teknis.
“Apakah benar di jalan itu bakal ditutup? Yang benar di jalan itu akan dilakukan pelebaran. Soal tutup atau tidak, biar nanti tim teknis yang akan mendalaminya,” ujar Amsakar.
Deputi Infrastruktur Kawasan BP Batam, Mouris Limanto, membenarkan bahwa wacana penutupan jembatan masih dalam tahap diskusi dan belum diputuskan.
Proyek pelebaran jalan ditargetkan rampung dalam 13 bulan dengan kapasitas akhir dua jalur utama masing-masing tiga lajur atau total enam lajur. Pembersihan lahan di sepanjang Jalan Gajah Mada saat ini sedang berlangsung sebagai tahap awal proyek.
Amsakar menjelaskan proyek ini merupakan respons atas kemacetan kronis di wilayah Sei Ladi dan Muka Kuning yang menjadi titik padat pada jam masuk dan pulang kerja.
“Titik-titik macet yang ada di Batam ini sudah terpetakan secara baik. Dengan kondisi itulah kita membuat kebijakan untuk melakukan pelebaran untuk beberapa ruas strategis,” katanya.
Selain penambahan lajur, proyek ini mencakup perbaikan jalan rusak di sekitar area pembangunan.


