Peta ekonomi digital Indonesia mulai bergeser, Gen Z! Kalau dulu transaksi e-commerce banyak didominasi Pulau Jawa, sekarang justru daerah-daerah di luar Jawa yang lagi ngebut banget.
Menurut Stephanie Susilo, Senior Director Tokopedia dan TikTok E-commerce Indonesia, lonjakan ini terlihat jelas dari program kampanye besar kayak Promo Guncang 10.10. “Daerah-daerah di luar Jawa nunjukin potensi luar biasa, bukti kalau e-commerce udah makin merata,” katanya, Rabu (5/11/2025).
Siapa aja sih juaranya?
- Di Tokopedia, transaksi paling melonjak datang dari Papua Barat, Gorontalo, dan Kalimantan Selatan.
- Di TikTok Shop, giliran Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Jambi yang jadi bintang.
Stephanie bilang, tren ini buktiin kalau ekonomi digital Indonesia sudah nggak lagi terpusat di kota besar aja. Bahkan, e-commerce kini nyumbang sekitar 72% dari total sektor digital, dan sektor digital sendiri diprediksi bakal nyumbang sampai 10% ke PDB nasional di akhir 2025.
Nggak cuma itu, jumlah pelaku usaha yang aktif di dua platform ini naik 46,8%, dan rata-rata pesanan naik 45% di seluruh Indonesia! Yang paling menarik, kategori barang mahal seperti elektronik dan otomotif justru tumbuh paling tinggi — sampai 75,5%, disusul makanan dan minuman yang naik 58,4%.
“Ini nunjukin kalau makin banyak orang percaya dan nyaman belanja online, di mana pun mereka tinggal,” tambah Stephanie.
Biar momentum ini nggak berhenti, Tokopedia dan TikTok Shop udah siap lanjut ke Promo Guncang 11.11, yang bakal puncak di 11 November 2025. Jadi siap-siap, ya — bakalan banyak diskon dan promo seru lagi! 🔥
Oh iya, Tokopedia juga lagi collab keren bareng Duolingo buat dukung brand lokal dan edukasi digital. Kata Jonathan Theon Locanawan, Head of Marketing Tokopedia, kolaborasi kayak gini buktiin kalau inovasi bisa berdampak nyata buat industri digital di Indonesia.
Intinya nih, ekonomi digital Indonesia makin merata, daerah luar Jawa makin bersinar, dan belanja online makin dipercaya. Jadi, siap-siap belanja bijak di double date sale berikutnya, Gen Z!


