Teheran – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan Iran tengah berupaya mengakhiri konflik dengan Amerika Serikat secara bermartabat. Hal itu disampaikan dalam pidatonya saat mengunjungi Kementerian Olahraga dan Pemuda di Teheran, Minggu (19/4/2026).
Pezeshkian merespons pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut Iran tidak seharusnya menggunakan hak nuklirnya. “Trump mengatakan Iran seharusnya tidak menggunakan hak nuklirnya, tetapi tidak menjelaskan kejahatan apa yang telah dilakukan Iran,” ujarnya, seperti dikutip kantor berita ISNA.
Ia menegaskan Iran tidak boleh dipandang sebagai pihak yang memulai konflik. “Iran harus mengelola suasana saat ini sedemikian rupa sehingga tidak menggambarkan kita sebagai penghasut perang, karena kita sedang membela diri,” kata Pezeshkian.
Ketegangan antara Iran dan AS bermula pada 28 Februari 2026, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran. Teheran kemudian membalas dengan menyerang Israel dan sejumlah negara di kawasan yang menampung aset militer AS.
Situasi mulai mereda sejak 8 April setelah Pakistan memediasi gencatan senjata selama dua pekan. Perundingan diplomatik antara Washington dan Teheran pun terus berlangsung di Pakistan untuk mencari solusi perdamaian yang lebih permanen.


